Turis China dan India Akan Dominasi Jumlah Wisman Bali DENPASAR, KOMPAS.com — Jean Couteau, budayawan asal Perancis, memperkirakan bahwa sekitar 10 tahun ke depan, wisatawan asing yang melancong ke Bali mayoritas berasal dari China dan India. Kedua negara tersebut dinilai sebagai kekuatan baru di dunia penguasa perekonomian dan politik. "Saat ini sedang terjadi perombakan tatanan sosial dan kultural secara menyuluruh, dengan munculnya kekuatan baru secara makro. China sekarang muncul sebagai kekuatan baru di dunia yang menguasai perekonomian, dan India hadir di dalam perpolitikan," katanya di sela-sela acara Dialog Budaya Sudamala, Jumat (9/9/2011) di Denpasar. Ia menilai, sebagai kekuatan baru, kedua negara tersebut tentu juga akan merombak semua tatanan, termasuk di bidang pariwisata di Pulau Dewata, akibat perubahan makro ekonomi dan politik. Warga dari negara-negara tersebut akan mendominasi jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi berbagai obyek wisata di seluruh kawasan Bali. "Oleh karena itu, hendaknya kita semua menyiapkan instrumen yang tepat guna menyambut hal itu supaya kebutuhan para wisatawan dari kedua negara terpenuhi," ujarnya. Sementara itu, Prof Darma Putra, budayawan Bali, menyoroti bahwa peran media massa di Tanah Air dalam memberitakan kondisi pariwisata dinilai kurang dalam hal mengangkat informasi yang berpihak pada keinginan masyarakat kecil. "Pemberitaan media massa yang ada saat ini lebih pro-wisatawan dibandingkan dengan rakyat kecil. Seharusnya para jurnalis bisa lebih menggali informasi mengenai hal yang dirasakan oleh masyarakat dari imbas industri pariwisata yang di sekitar lingkungannya, seperti di Pulau Dewata ini," katanya. Menurutnya, peran media massa itu sangat penting dalam memberikan informasi yang tepat sehingga bisa mencerdaskan masyarakat dalam menentukan pilihan tentang penataan pariwisata di wilayah tujuan wisata internasional itu.

You Might Also Like

0 komentar