ANCOL BERBAGI BAGI PENYANDANG CACAT

Dalam rangka Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) 2011, Dunia Fantasi, Ancol Taman Impian mengadakan acara dengan tema “Bersama Penyandang Disabilitas Kita Bangun Kota Jakarta Yang Lebih Baik Untuk Semua”.

Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) 2011

Dihadiri sebanyak 2.000 penyandang cacat di DKI Jakarta berkumpul di Panggung Maxima, Dunia Fantasi, Rabu 7 Desember 2011, selain berekreasi, mereka juga unjuk kebolehan mempersembahkan sebuah hiburan menarik berupa Band, Tarian, serta Nyanyain Acapela dari para Tuna Netra serta Yayasan Cacat Terpadu. Bertepatan dengan acara tersebut, Pemerintah provinsi DKI Jakarta juga diterbitkan Peraturan Daerah Khusus Untuk Penyandang Cacat.

"Dengan terbitnya, Perda No 10 Tahun 2011 ini, Jakarta merupakan provinsi pertama yang memiliki Perda untuk penyandang cacat. Semoga ini dapat diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat memberikan sambutan pada Acara Puncak Hipenca 2011, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu 7 Desember 2011.

Foke menjelaskan, Perda tersebut harus diikuti dengan program-program sebagai wujud realisasinya agar dapat berarti bagi yang membutuhkan. Untuk itu, ia mendorong kepada segenap jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar mulai menyediakan fasilitas-fasilitas untuk penyandang cacat di Jakarta.

"Janji saya untuk menyelesaikan Perda ini pada tahun 2011 telah ditepati. Tapi ini semua mesti dituangkan dalam program-program yang akan dilakukan pada 2012," jelas Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo.

Selanjutnya guna merumuskan program tersebut, diharapkan kepada semua organisasi-organisasi penyandang cacat yang ada saat ini, diminta untuk ikut serta bermitra dan bekerjasama agar dapat mewujudkan isi Perda serta dapat bermanfaat bagi para penyandang cacat.

Dengan demikian, ke depannya berbagai fasilitas bangunan dan transportasi yang ada di Jakarta pada tahun 2012 harus sudah dapat diakses oleh penyandang disabilitas, jelas Foke.

"Kota Jakarta ini adalah milik kita bersama. Karena itu, semua masyarakatnya termasuk para penyandang disabilitas juga harus dapat menikmati manfaat fasilitas yang ada di Jakarta," tegasnya.

Dalam acara tersebut juga diberikan beberapa bantuan sosial berupa, santunan sosial bagi 100 orang peyandang cacat total sebesar Rp175 juta, bantuan paket natura bagi 100 orang penyandang cacat total sebesar Rp85 juta, bantuan UEP bagi 126 orang penyandang cacat potensial total sebesar Rp189 juta dan bantuan alat bantu fisik berupa 32 buah kursi roda, 32 alat bantu dengar, dan 15 kruk.

Sebelumnya, di bidang Kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan kemudahan dalam layanan pengobatan, yang diawali anggota PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia), dan hingga saat ini sudah hampir semua organisasi sosial penyandang disabilitas telah mendapatkan layanan yang sama di bidang kesehatan.

Sumber : VIVAnews

You Might Also Like

0 komentar