PESONA MAKAU DULU DAN SEKARANG

PESONA Makau tak hanya sebatas dunia "fantasi" seperti yang banyak diceritakan orang. Lebih dari itu. Makau menjanjikan banyak hal, termasuk kesenangan dan sejarah yang tak bisa dipisahkan dari perjalanan hidupnya.



Desember adalah salah satu bulan terbaik berkunjung ke Makau karena bisa menikmati tradisi perayaan Tahun baru.
-- Ningsih A Chandra


Menurut sejarah, pelaut dari Fuji dan petani dari Guangdong dikenal sebagai orang-orang yang pertama kali menetap di Makau yang kala itu dikenal dengan nama Ou Mun atau "Gerbang Perdagangan", karena lokasinya yang berada di hilir Sungai Pearl dari Guangzhou (Kanton). Pada saat itu, Makau merupakan bagian dari "Jalan Sutra" yang ramai disinggahi kapal-kapal yang memuat kain sutra dari Roma. Boleh dibilang, keberadaan Makau lebih dari sekadar penting.

Fada zaman modern ini, Makau telah mengembangkan beberapa industri, yaitu tekstil, elektronik, mainan, dan industri pariwisata yang berkelas dunia dengan banyak pilihan hotel, resor, fasilitas olahraga, restoran, fasilitas, ekshibisi dan pertemuan, serta kasino.

Sebagai Daerah Istimewa (Special Administrative Region) dari Republik Rakyat China, Makau telah berkembang sejalan dengan bertambahnya bangunan dan tanah reklamasi, dan dalam keragaman atraksinya. Inilah yang menjadikan Makau unik dengan perpaduan komunitas Timur dan Barat yang saling melengkapi, sehingga menunjang peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dikenal sebagai tempat bertemunya kebudayaan Timur dan Barat yang ideal, Makau memang menyajikan sesuatu yang unik. Dalam kurun waktu lebih dari 4 abad, Makau tidak saja memberikan inspirasi arsitektur dari beragam tradisi, tetapi juga menjaga dan memelihara sejumlah bangunan yang sangat luar biasa hingga saat ini.

Hasilnya, kita dapat menemui Kuil Tao dari zaman Dinasti Ming dan gereja-gereja bergaya Baroque dari abad ke-18, benteng di bukit dari abad ke-17 dan rumah toko pesisir China bergaya klasik, teater tertua di Asia dan mercusuar pertama bergaya Barat; istana-istana kolonial dan halaman-halaman bergaya China. Semua perpaduan arsitektur yang indah ini hanya bisa Anda temui di Makau.

Liburan di Makau tentunya terasa kurang lengkap jika tidak diselipkan agenda untuk berbelanja. Bagi penggila belanja, Makau adalah tempat Anda dapat berbelanja hampir semua barang yang diinginkan. Duty Free dan butik dengan label yang diakui secara internasional dapat ditemui di Fisherman's Wharf, New Yaohan Department Store, Landmark dan sebagainya. Sementara itu untuk belanja ritel dengan merek-merek mewah, saatnya untuk mengunjungi Wynn Esplanade, The Grand Canal Shoppes, The Shoppes di Four Seasons, The Boulevard du City of Dreams dan One Central Macau.

Satu lagi yang pantang dilewatkan adalah aneka perhiasan. Disini perhiasan diimpor secara bebas cukai sehingga harganya luar biasa murah. Banyak sekali terdapat toko perhiasan terkenal yang berlokasi di hotel-hotel terkenal di Jalan Avenida Almeida Riberio dan di Jalan Avenida Horta e Costa.

Menurut PR & Communication Manager Macau Goverment Tourist Office Representative in Indonesia, Ningsih A Chandra, "Desember adalah salah satu bulan terbaik berkunjung ke Makau karena bisa menikmati tradisi perayaan Tahun baru yang sangat meriah dengan pesta kembang api di Nam Van Lake."

Jika Anda penasaran dengan kemeriahan pesta kembang api Tahun Baru di Makau, saatnya untuk melakukan reservasi tiket dan hotel. Jangan sampai ketinggalan.

Sumber : Kompas

You Might Also Like

0 komentar