SAAT WISATA UPDATE STATUS? APA AMAN?


Sadar tidak sadar, saat Anda melakukan perjalanan wisata, seakan wajib hukumnya untuk tetap berkomunikasi dengan teman atau kerabat Anda di jejaring sosial favorit Anda. Sebut saja dari kegiatan update status di Facebook, check-in di Foursquare, sampai nge-twit di Twitter.

Tetapi Anda pasti tahu bahwa dari jejaring sosial ini dapat terjadi tindakan kriminal karena pelaku bisa mengetahui aktivitas Anda melalui status, wall, ataupun foto yang Anda upload di jejaring sosial. Nah berikut tips menggunakan jejaring sosial dengan bijak saat Anda melakukan perjalanan wisata.

Atur privacy setting Anda. Mungkin ada rasa bangga tersendiri bila Anda dapat berbagi perjalanan wisata Anda kepada teman-teman Anda. Namun sebelum itu, Anda haruslah mengubah setting privacy jejaring sosial Anda sebelum perjalanan wisata Anda dimulai. Jangan sampai Anda meninggalkan alamat rumah dan nomor pribadi Anda di situs jejaring sosial itu. Hal ini bisa saja mengundang pencuri ke rumah Anda.

Menurut Christopher Budd, seorang ahli dalam keamanan dan privasi media sosial bahwa masalah terbesar orang-orang pengguna media sosial adalah mereka tidak begitu memahami alat-alat yang mereka gunakan sehingga mereka lupa untuk mengatur privasi mereka. Apalagi bagi pengguna Facebook baru yang biasanya setting awal adalah semua orang dapat membaca aktivitas dalam jejaring sosial. Kenali diri Anda dan batasan Anda. Berapa banyak yang harus Anda bagikan kepada teman-teman Anda? Jawabannya tergantung pada seberapa nyamankah hidup Anda untuk dibagikan kepada orang lain.

Banyak orang yang menggunakan jejaring sosial untuk menceritakan kehidupan pribadi mereka, namun tentu saja mereka telah mengetahui batasan-batasan tertentu di jejaring sosial. Oleh karena itu, tentunya Anda harus tahu batasan diri Anda bagian mana yang dapat diekspos ataupun tetap menjadi privasi kehidupan Anda.

Bergabunglah dalam grup-grup tertentu. Sharing pengalaman wisata dan foto-foto wisata Anda di dalam sebuah grup yang memang menempatkan teman-teman tertentu atau teman-teman dekat Anda bisa menjadi pilihan yang baik.

Misalnya Anda mengikuti grup teman-teman masa sekolah Anda, masa kuliah ataupun grup dengan teman-teman seprofesi Anda. Mulailah cek teman-teman dalam jejaring sosial Anda, pilihlah teman-teman yang memang Anda kenal dan atau memiliki hubungan dengan profesi atau hobi Anda.

Perhatikanlah teman-teman Anda. Tidak ada yang lebih baik daripada berhati-hati. Terkadang beberapa teman mungkin melihat kesempatan dalam sharing Anda di jejaring sosial. Tak ada salahnya untuk berhati-hati terhadap siapapun.

Upload foto-foto yang terbaik dan penting. Sedikit lebih baik daripada berlebihan. Lebih baik bila Anda upload dan posting satu foto yang menarik dibandingkan banyak foto dengan objek yang biasa-biasa saja. Pikirkan terlebih dahulu foto seperti apa yang ingin Anda upload. Atau, Anda dapat memberikan efek-efek pengeditan tertentu sehingga foto nampak lebih indah.

Pertimbangkan reputasi Anda. Pilihlah foto terbaik dan foto yang baik. Maksudnya, janganlah pasang foto yang buruk dan akan membuat reputasi Anda di antara teman-teman menurun misalnya foto Anda yang sedang mabuk di bar di tempat tujuan wisata Anda. Bila ingin tag ke teman Anda boleh-boleh saja, namun bila ada teman Anda yang menghapus tag foto Anda, maka mereka tidak senang dengan gambar-gambar yang Anda posting

You Might Also Like

0 komentar