4 Tur Wisata Paling Bahaya di Dunia

Jakarta - Keluar zona aman dan menantang adrenalin kadang jadi daya tarik para traveler. Beberapa destinasi ini jadi tempat tur wisata paling bahaya di dunia. Keamanan menjadi nomor dua.

Saat wisata biasa saja terasa membosankan, mungkin ini waktunya mencoba traveling yang tidak biasa. Ada 4 tur wisata paling bahaya di dunia, dilansir oleh news.com.au, Kamis (13/6/2013), yang bisa jadi referensi:

1. Tur ke pabrik kokain di Kolombia

Selama bertahun-tahun, Kolombia berkutat dengan masalah narkoba di negaranya. Kini, hal yang mungkin dulu dianggap memalukan ini malah jadi magnet wisata. Hanya dengan USD 9 (Rp 90 ribu) para peserta turis bisa berkeliling pabrik pembuatan kokain.

Areanya berada di sepanjang Pantai Karibia hingga La Ciudad Perdida. Kawasan yang disebut Lost City ini jadi gudangnya pembuatan narkoba. Dengan menggunakan kereta kecil, sang pemandu akan menunjukkan di mana perkebunan kokain, hingga bagaimana proses tumbuhan itu hingga sampai laboratorium.

Peserta tur juga akan dijelaskan dengan lengkap bagaimana proses pembuatan narkoba hingga siap dipasarkan. Tapi ada yang harus diingat, tur ini ilegal. Siapa saja yang ketahuan sedang berada atau bersama dengan pembuat narkoba bisa ditangkap.

2. Tur pertambangan dengan ledakan dinamit di Bolivia

Ikut tur ke pertambangan saja sudah butuh nyali yang besar, baik pertambangan yang masih aktif atau sudah tidak terpakai. Di Bolivia, ada tur yang menawarkan sensasi ledakan dinamit. Coba saja ikut tur ke Silver Mines of Potosi di Bolivia.

Ini adalah pertambangan perak yang masih aktif. Sebelum masuk, para peserta tur diminta membeli sesuatu bagi para pekerja tambang. Benda cinderamata untuk peserta tambangnya saja sudah aneh-aneh. Pilihannya antara lain daun kokain, alkohol, jus, atau dinamit.

Untuk apa ada dinamit? Inilah inti dari wisata tur pertambangan ini. Jika ada yang membeli dinamit, maka benda itu akan diledakkan di dalam. Mengerikan? Seru? Mungkin semua jadi satu.

Sang pemandu dan pekerja telah memastikan ledakan ini tidak akan melukai siapapun. Para peserta diminta mundur ke jarak aman, dan bum! Bersiap dengan suara dan guncangan dari ledakan tersebut.

3. Bungee jumping ke sungai penuh buaya di Zambia

Inilah salah satu tur yang bisa menantang nyawa. Bungee jumping di Jembatan Victoria Falls dengan dasar Sungai Zambezi bisa menguras adrenalin Anda. Bagaimana tidak, olahraga ini mengharuskan Anda lompat dari ketinggian 111 meter!

Salah satu operator tur yang melaksanakan bungee jumping baru saja mengalami kecelakaan pada Desember tahun lalu. Salah seorang turis tengah bungee jumping di sana, dan tiba-tiba talinya terlepas. Masalahnya, sungai itu dihuni oleh banyak buaya.

Dengan kaki masih terikat, turis wanita asal Australia ini terbawa arus dan menabrak bebatuan yang ada di sungai. Untungnya ia bisa bertahan di sebuah batu dan menunggu pertolongan datang. Berani mencoba?

4. Tur ke Pusher Street, Denmark

Ada yang seru di Denmark, tepatnya di Pusher Street, Christiania. Kawasan Christiania dibuat pada tahun 1971 saat sekelompok orang mencoba masuk ke barak militer di Badmandsgade. Beberapa tahun kemudian, kawasan itu hidup dan dinamakan Pusher Street.

Ini adalah kawasan di mana orang-orang hidup dengan bebas, dan Anda bisa membeli narkoba di kedai yang ada di sepanjang jalan. Menurut kepolisian Kopenhagen, kawasan ini dikuasai oleh kelompok kriminil yang terorganisir. Para penduduk di sana pun punya peraturan ketat yang harus dipatuhi siapapun yang masuk ke sana.

Semua orang yang ke sana dilarang untuk memotret, tidak lari, dan tidak menelepon. Ada peringatan di jalan tersebut yang berbunyi "Please dont run-it makes us think the police are coming" atau yang berarti, harap jangan berlari karena itu membuat kami mengira ada polisi yang datang.

Jika ada yang melanggar, para penghuni ini tidak segan-segan mengancam, menyerang atau merampok orang tersebut. Pengunjung bisa melancong ke tempat ini setiap hari pada pukul 15.00 waktu setempat setiap hari pada musim panas (26 Juni-31 Agustus). Atau setiap akhir pekan selain saat musim panas. Masuk ke sini, Anda diharuskan membayar sebesar USD 7 atau Rp 70 ribu.



Sumber : Detik Travel

You Might Also Like

0 komentar