Morotai Jadikan Sektor Pariwisata Unggulan

TERNATE, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), akan intensif mempromosikan obyek wisata andalannya guna menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Kerjasama Disparbud Kabupaten Pulau Morotai, Arafik A Rahman di Ternate, Kamis (13/2/2014), mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah pengembangan potensi pariwisata baik fisik maupun nonfisik di sejumlah obyek wisata Pulau Morotai.

Dia mengatakan langkah tersebut dilakukan pasca perhelatan Sail Morotai 2012 lalu, dengan melakukan tahapan pembebasan lahan di Pulau Dodola, Pulau Zum-sum, wisata Air Kaca dan sejumlah tempat wisata lainnya.

Meski telah dibebaskan, lanjut Arafik, terdapat beberapa masalah yang kini masih dihadapi pihaknya, salah satunya adalah masalah klaim oleh beberapa pihak yang mengaku memiliki lahan di tempat wisata tersebut.

"Untuk persoalan lahan, sementara ini kami masih berkonsultasi dengan pimpinan tertinggi di daerah yaitu bupati, untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Hanya saja masih ada hal penting lainnya yang harus diselesaikan agar ada penyelesaiaan sengketa itu," katanya.

Langkah lain yang kini dilakukan Disparbud Morotai adalah melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Malut, berkaitan dengan sejumlah pembangunan fisik serta fasilitas yang dibangun pada pelaksanaan Sail Morotai agar bisa dimanfaatkan.

"Jika ada yang mengatakan Disparbud tidak merawat obyek-obyek pariwisata dan membiarkan begitu saja, itu tidak benar," katanya.

Menurut Arafik, Disparbud Morotai bertugas membersihkan dan merawat obyek wisata itu serta menjaga aset. "Kami juga akan tegas apabila petugas tidak menjaga dan merawat obyek-obyek pariwisata atau memonitor ke lokasi," katanya.

Di Pulau Dodola misalnya, ada tiga orang petugas yang ditempatkan di sana untuk menjaga dan merawat obyek wisata panorama pantai di daerah itu.

Arafik mengatakan, pihaknya telah menggagas pariwisata sebagai sektor unggulan Pulau Morotai. Untuk itu, sangat dibutuhkan kerjasama beberapa instansi terkait dan masyarakat untuk menciptakan bagaimana Morotai yang kondusif, agar investor dapat menanamkan modalnya.

"Pimpinan Disparbud juga mendesain format untuk menjembatani koordinasi dengan pemerintah desa yang beberapa bulan lagi akan mendapat bantuan dana per desa sebesar Rp1 miliar itu," katanya.

Dia berharap, pemerintah desa juga bisa bersama-sama dengan Disparbud untuk mengembangkan aset wisata yang ada di Pulau itu, termasuk aset yang ada di desa masing-masing.

Arafik menjelaskan, pihaknya mempunyai semangat tinggi untuk mengembangkan potensi pariwisata, di mana telah dilakukan beberapa program nonfisik, diantaranya gerakan cinta wisata, promosi lokal di Morotai Utara.

"Tentunya ini merupakan bagian dari bagaimana membangun pemahaman masyarakat agar mereka merasa memiliki kekayaan di Morotai, sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera. Kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata menjadi industri besar," tambah Arafik.

You Might Also Like

0 komentar